Jumat, 28 Oktober 2016

Tarum (Indigo) sebagai Bahan Pewarna Batik

#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
Menyimak info sekitar tumbuhan Tarum / Indigo sebagai
bahan pewarna batik)
_______________________________________________________









__________________

Kata Pengantar
__________________

Tarum digunakan untuk berbagai jenis tumbuhan penghasil
warna biru, kebanyakan dari marga Indigofera.


Demikian gambaran sekilas tumbuhan tarum ini para kawan
sekalian dalam hubungannya dengan warna.

...dan...

Berikut info lengkapnya.

Selamat menyimak...!
__________________________________________

Menyimak info sekitar Tarum (Indigo)
__________________________________________






* Pengertian

Tarum (dari bahasa Sunda), nila, atau indigo (Indigofera,
suku polong-polongan atau Fabaceae) merupakan tumbuhan
penghasil warna biru alami.

Orang Jawa menyebutnya sebagai tom. Penggunaan zat pewarna
pakaian ini terutama dilakukan dalam pembuatan batik atau
tenun ikat tradisional dari Nusantara.

Zat pewarna indigo, sebagai produk dari tumbuhan ini,
juga merupakan komoditas dagang yang penting.

Tarum digunakan untuk berbagai jenis tumbuhan penghasil
warna biru, kebanyakan dari marga Indigofera.

Tarum yang sejati adalah I. tinctoria. Warna biru indigo
diperoleh dari rendaman daun (dalam jumlah banyak). Akar
tarum atau tarum areuy yang juga sering dipakai orang
adalah Marsdenia tinctoria.











Warna biru dihasilkan dari perendaman daun selama semalam.
Setelah semalam akan terbentuk lapisan di atas yang berwarna
hijau atau biru. Cairan ini lalu direbus, lalu dijemur
hingga kering.

Tumbuhan ini sangat baik karena menyuburkan tanah dan
dapat menahan erosi.


* Batik dan tarum








Pada mulanya para pengusaha batik menggunakan pewarna
alami untuk mewarnai kain batik mereka, untuk warna
biru terutama memakai tarum.

Kemudian zat pewarna buatan didatangkan dan diperkenalkan
kepada para pengusaha batik. Di luar dugaan, pengusaha
batik lebih memilih untuk menggunakan pewarna buatan.

Ketika pemerintah kolonial Belanda menghentikan impor
pewarna buatan pada tahun 1914, reaksi keras datang
dari pengusaha batik. Pamor tarum terus merosot dan
tidak ada yang berusaha mengolah tarum secara
lebih mudah.

* Budidaya tarum









Tarum ditanam di tegalan atau di sawah. Setelah dicangkul
lalu ditanam potongan cabangnya (stek) sebagai bahan
tanam. Stek yang digunakan diambil dari cabang yang
paling kuat pertumbuhannya, dipotong sepanjang 30 cm
dengan pisau yang tajam agar tidak sobek.

Setelah dipotong, disimpan di tempat yang dingin dengan
ujung stek diletakkan di bagian atas, dibiarkan selama
1-3 hari sampai permukaan potongan stek kering. Setelah
itu, barulah 2-3 stek ditaman dalam satu lubang. Tunas
tampak setelah dua minggu.

Jika yang ditanam bijinya, tiap lubang ditanami 3-4 butir,
atau disemai terlebih dahulu. Semaian baru dipindahkan
pada umur 1-1,5 bulan. Setelah itu, mulai disiangi dan
barisan tanahnya dibentuk menjadi semacam pematang.
Satu bulan kemudian disiangi dan ditinggikan lagi. Baru
pada usia 4-5 bulan, tarum dapat dipotong.

Menentukan waktu panen yang tepat memang agak sulit
karena sulit berharap daun merata hijaunya. Sementara
itu, bila daunnya yang berwarna hijau tua itu mulai
layu dan menguning, hasil indigo menjadi kurang.

Petani yang berpengalaman cukup meremas daunnya dengan
jari, ia dapat menentukan waktu panen dengan melihat
warna daun yang diremas dan aroma bau daunnya.
Pengumpulan daun tarum dilakukan pagi hari dengan
cara memotong cabang dekat batang.

* Tarum dan nama tempat

Pada masa lalu tarum merupakan bagian yang tidak bisa
dilepaskan dari kehidupan masyarakat Sunda. Banyak
tempat di wilayah Jawa Barat yang dinamai berdasarkan
nama tumbuhan ini, seperti Ci Tarum, Kerajaan Taruma,
Kota Banjar Pataruman, dan Tarumajaya.

* Klasifikasi ilmiah

Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Fabales
Famili: Fabaceae
Upafamili: Faboideae
Bangsa: Indigofereae
Genus: Indigofera
Spesies: I. tinctoria
Nama binomial
Indigofera tinctoria
L.
______________

Penutup
______________









Demikian infonya para kawan sekalian...!

...dan...

Selamat malam...!











____________________________________________________________
Cat :
indigo pewarna batik alami
https://www.youtube.com/watch?v=Bpl-CSM6X3s